Minggu, 21 September 2008

Benazio


- Sejak kapan mulai nge-blog?

hmmm pertama banget di friendster, tapi itu ga jelas, jadi mulai ngeblog di blogspot bulan october 2007, tapi(lagi) gue baru mengenal kehidupan blog itu bulan maret 2008

- Kenapa tertarik untuk nge-blog?
awalnya karena terinspirasi sama raditya dika, dan gue mikir kalo ternyata gue juga banyak cerita-cerita yang seru buat diceritain, jadinya gue suka nulis deh sampe sekarang

- Biasanya isi postingan di blog lo tentang apa?
mostly tentang kehidupan gue, cerita-cerita seru yang terjadi di hidup gue dan gue kasi lucu-lucuan biar kocak

- Termasuk yang suka blogwalking gak? Kenapa?
suka dan selalu, yaa karena sebagai blogger sih gue gamau jadi sombong, jadi kalo ada yang mampir ke blog gue, sebisa mungkin gue kunjungin balik dan gue comment juga, jadi you comment I follow laa haha

- Menurut lo, blog yang seperti apa sih yang bikin betah dibaca?
kalo yang gue suka sih yang blognya kocak gue suka, yang blognya useful banget gue suka,, kecuali yang isinya penuh tulisan apalagi tulisannya gaul gitu GeDe kEciL gEdE KeCiL G3ThO d3H

- Pendapat lo tentang blogger adalah hacker?
weh itu mah orang yang ngeliat blogger dari sisi negatifnya aja, siapa aja kan bisa jadi blogger dan semua hackerpun bisa jadi blogger. jadi anggapan blogger = hacker itu bener2 ga asik dah, yang namanya hacker itu ya hacker, blogger ya blogger, mo hacker itu nyamar jadi blogger tetep aja namanya hacker!

- Ide pertama bikin rumahblogger dari siapa?
ide pertama dari gue, terus gue obrolin sama irfan, temen baik gue, setelah diomongin nyari nama dan macem2nya, akhirnya dia yang nemuin namanya yaitu Rumahblogger yang akhirnya sampe sekarang berdiri. bisa diliat sejarahnya di RB (http://www.rumahblogger.com)

- Tujuan utama bikin rumahblogger?
tujuan utama gue itu buat nyatuin semua blogger-blogger se Indonesia, jadi selain mereka punya tempat ngumpul di daerahnya masing-masing, Rumahblogger bisa jadi tempat ngumpulnya blogger-blogger dari semua daerah se indonesia, yang di luar negeri juga bole asal anak Indonesia. pokonya ya biar bersatu jadi biar ada tempat ngumpulnya. lagipula kalo ada kopdar gitu2 and info2 laennya kan bisa lebih gampang

- Gimana sih cara blogger bisa gabung di rumahblogger?
buat kamu kamu yang belom join di rumahblogger, caranya gampang banget, tinggal buka aja www.rumahblogger.com terus nanti di halaman depan ada panduan buat registrasi dan juga buat yang ngga ngerti cara beraktifitas di forum, kita juga nyediain tutorial untuk beraktifitas di rumahblogger!

- Tanggapan blogger tentang adanya rumahblogger ini?
responnya baik banget, banyak banget yang ngedukung dan juga banyak yang seneng jadi ada tempat dia bisa ngobrol2 sesama blogger, sharing-sharing dan sebagainya selain di blognya aja!

- Ribet gak sih ngurusin rumahblogger?
sebenernya bukan masalah ribetnya yah, kita dari jumlah pengurusnya aja sih yang belom begitu banyak, jadi kadang kita suka kewalahan kalo ada user-user yang posting tanpa aturan gitu-gitu.. tapi bukan berarti kita ngurus sendirian, kita semua sharing rame-rame kok sama blogger-blogger yang lain jadi bisa dibilang kita ngurus rumahblogger bareng-bareng. intinya admin ada 2, moderator ada 4. dikit kan, jadi masih suka rebek.

- Harapan lo buat rumahblogger ini?
harapan gue ya tentu aja semoga rumahblogger bisa bener-bener mempersatukan semua blogger se-Indonesia(berkebangsaan indonesia), bisa tetep berdiri selama-lamanya, juga bisa mengajak temen-temen yang belom punya blog.

- Btw, suka baca? Buku yang terakhir lo baca dan beli apa?
Raditya Dika – Babi Ngesot. ga gitu suka baca, paling ngebaca buku kalo emang menurut gue dari sinopsisnya itu bisa bikin gue tertarik buat dibaca

- Buku favorit lo apaan? Kalau penulis favoritnya?
Buku favorit Kambing Jantan, penulis favorit Raditya Dika.

Nama : Benazio Rizki Putra
TTL : 3 Februari 1990
Status : Single
Pendidikan : Universitas Bina Nusantara - Teknik Informatika 2007
Hobi : Ngeblog, internet, nyetir, ngupil
Friendster / Facebook : benazio.rizki@gmail.com

Label:

Minggu, 03 Agustus 2008

Irvan


Kenapa lo mutusin kuliah matematika?
Kebanyakan orang mikir matematika itu susah padahal nanti kalo ngambik S2 kita bisa bebas, gak kayak jurusan lain. Gue mau kerja di BI, di era globalisasi ini butuh orang yang bisa beranalisis dan logis dan hal itu bisa didapet di matematika karena matematika itu global tapi tetap terarah. Dari semuanya menurut gue matematika itu basic dari segala bidang dunia

Apa yang bikin lo tertarik dengan matematika? Padahal kebanyakan orang menganggap matematika itu susah banget
Mungkin terdengar aneh ketika gue bilang matematika itu ilmu magic tapi i think like that! Dan ketika gue berhasil memecahkan kesulitan dalam matematika itu seperti membongkar kotak besar menjadi lebih sederhana, walaupun didalamnya masih terdapat kotak-kotak yang lebih sederhana

Sejak kapan lo suka matematika?
Sejak kelas 4 SD. Tepatnya waktu gue bisa jawab pertanyaan dari guru gue yang teman-teman lain gak bisa jawab, walaupun gue tau itu cuma kebetulan aja

Satu hal yang menurut lo paling mengasikkan dari matematika adalah?
Pemecahan masalah secara analisis

Pernah ngerasa susah dengan matematika gak?
Pernah. Pas awal kuliah, gue gak nyangka matematika sedalam itu. Ada 1 soal yang gak bisa dikerjain semua anak, termasuk gue. Dan karena gue penasaran, gue kulik soal itu dan akhirnya dapet jawabannya! Gue ngerjain dalam waktu dua minggu dengan jatuh bangun dan soal pendek itu terjawab dengan jawaban di 3 halaman folio

Selain matematika, ada pelajaran lain yang lo suka?
Gue suka psikologi, akuntansi dan manajemen

Prestasi terbesar yang pernah lo raih di bidang pendidikan adalah?
Menjadi finalis Olimpiade Fisika, kalo gak salah waktu itu gue masuk peringkat 9 dari 150 SMA yang diundang dalam skala nasional dan diselenggarakan oleh ITS

Nantinya lo mau berkarier sebagai apa?
Gue berharap gue bisa jadi manajer BI, seenggaknya gue bisa jadi staff di sana. Atau mungkin gue bisa kerja di Bakrie. Tapi kalo itu gak kesampean, gue mau buat restoran atau kafe yang cozy buat tempat hang-out

Selain matematika dan bidang akademik lainnya, ada gak bidang lain yang lo suka?
Gue suka organisasi dan tarik suara. Gue suka nyanyi hehe

Prestasi di bidang selain matematika yang pernah lo dapat?
Juara 2 lomba lawak tingkat SMA Se-DKI Jakarta

Arti pendidikan buat lo?
Kalo dulu pendidikan cuma kegiatan rutin yang bikin bonyok gue senang saat gue bisa mencetak prestasi dan berhasil. Tapi lebih jauh ke dalam menurut gue pendidikan itu menjadi sangat penting.

Dari jenjang pendidikan yang udah lo lewatin, mana yang paling berkesan?
Sebetulnya semuanya berkesan, tapi gue memilih SMP.

Setuju gak kalo masa SMA disebut sebagai masa-masa paling indah?
Kalo diliat dari sisi persahabatannya gue setuju

Nama : Irvan Hamandra
TTL : Jakarta 18 Oktober 1989
Status : Single
Pendidikan : Matematika Universitas Padjajaran
Hobi : Nonton, baca buku psikologi, denger musik
Quotes favorit : ‘Jangan mencoba untuk mengerti hidup hanya lewat padangan dusta dari mata kita tapi tatap lewat hati yang bening tanpa noda.”
Friendster :
:http://profiles.friendster.com/45000249 (irvan.andra@yahoo.com)

Label:

Senin, 28 April 2008

JASON dan ARTHA


Siapa sih Jason (17) dan Artha (16) ini? Apa hubungannya sama dunia
film yang jadi tema RagazzOnline kali ini? Hmm, mungkin elo semua masih
mikir-mikir dan mengingat-ngingat, mungkin ada saudara lo, atau temen lo,
atau siapa lo lah yang punya nama itu. Tapi, biar lo ga salah orang dan
untuk meyakinkan lo, apakah Jason dan Artha yang ini adalah saudara lo
apa bukan, maka dari itu Ragazz pengen nampilin profil mereka.

Jadi begini, sekitar bulan Juli 2007 lalu, The Bodyshop dan Dewan
Kesenian Jakarta mengadakan Documentary Film Competition yang dinamakan
Think Act Change. Peserta yang boleh ikutan adalah orang-orang seluruh
Indonesia, tapi khusus untuk pelajar SMA, disediakan jalur untuk mengikuti
lomba dengan workshop yang membantu mereka dalam proses pembuatan film.
Ketika awarding alias pengumuman pemenang, ternyata ada kelompok yang
isinya anak SMA Kolese Kanisius yang langsung menyabet tiga award
sekaligus, yakni Best HIV/AIDS Documentary Film, Favourite
Documentary Film,
dan Best Documentary Film lewat film mereka
yang berjudul Sarung Petarung. Di film Sarung Petarung, Jason
dan Artha pengen ngasih tau tentang seberapa jauh pengetahuan
dan pandangan mereka terhadap kondom yang merupakan salah satu solusi
untuk mencegah penularan virus HIV. Dengan
gaya penceritaan yang sederhana, edukatif, dan menghibur, film ini
memiliki daya tarik sendiri.

Tapi, daripada lo mumet baca paparan panjang lebar tentang dua manusia
ini, RagazzOnline berbaik hati memberikan petikan wawancara dengan mereka
berdua, biar lo makin akrab. Karena mereka akan bagi pengalaman dan di
tulisan ini, mereka memberikan tawaran menarik buat kita semua yang
pengen bikin film di usia dini. Ditambah lagi, kegilaan mereka berdua cuma
bisa RagazzOnline deskripsikan lewat potongan wawancara ini.
Selamat menikmati!


RagazzOnline (R) : Gimana sih caranya kalian bisa masuk ke dunia film?
Artha (A) : Pas kelas 1, guru 'kan sering ga masuk. Jadi untuk ngisi
waktu, kita iseng-iseng aja bikin film pake HP, ternyata menurut kita
bagus karena menghibur.
Jason (J) : Abis itu, kita ngeliat selebaran ada Think Act Change untuk
pre workshop, kita ikutan, ternyata lolos terus sampai akhirnya
menang. Semuanya kebetulan.

R : Dalam proses pembuatan film Sarung Petarung, ada cerita menarik apa?
A : Gw udah nelpon apotek Dr. Boyke (di film Sarung Petarung, mereka
melibatkan Dr. Boyke sebagai narasumber) dan bikin janji, katanya dateng
aja jam 5. Terus, gw dateng jam 5, sambil nenteng2 kamera. Tiba-tiba,
kata mas-masnya, "Ini mau wawancara apa konsultasi?". Gw jawab,
"Wawancara". Kata masnya, kalo wawancara mesti nelpon manajernya dulu.
Katanya lagi, Dr. Boyke ga boleh diwawancara. Gw ngomong, "Mba tolongin dong,
saya udah dateng dari jauh." Akhirnya, mbanya nyamperin Dr. Boyke,
balik lagi, terus bilang kalau Dr. Boykenya mau diwawancara,
tapi nunggu selesai praktik dulu. Ternyata selesai prakteknya jam 9,
padahal waktu itu masih jam 6. Gw sendirian, lho.
J : Ada juga di bagian yang hidden cam. Itu keliatannya hidden cam,
padahal sebenernya itu ga hidden cam. Kita bawa kamera aja, terus ya beli
kondom, deh. Lo deg-degan kan, Tha? (artha sok2 ga deg2an) Yang katanya
lo baca bismillah segala sebelum beli kondom. Sama waktu syuting beli
kondom di Circle K. Diliatin bawa-bawa kamera beli kondom, malu
rasanya.

R : Apa hambatan-hambatan yang kalian temukan waktu pembuatan film ?
A : Pasangan gw kurang cantik (maksudnya Jason), jadi ga semangat.
Peserta Think Act Change lain kan tiap kelompok ada yang cantik-cantik.
Cuma kelompok gw sama Adip doang yang ga cantik (keduanya dari CC).
J : Terus, waktu yang seminggu jadi dua minggu. Pertanyaan yang belum
siap, sama susah nyari anak-anaknya, karena kan syutingnya pas pulang
sekolah, jadi udah pada bubar

R : Dalam pembuatan film ini, bagian mana yg kalian suka?
J : Pas syuting.
A : Pas udah jadi. (Itu bkn proses, Artha..) Pas editing (soalnya
surprise sama hasil rekaman).
J : Kalau praproduksi agak bosen. Kalau pascaproduksi ya pas editing.

R : Ada perubahan yang terjadi setelah kalian menang?
J : Hmm.. Kita diminta jadi juri. Ceritain, tha.
A : Ada sebuah SMA, mereka nyoba bikin lomba film. Mereka baru nonton
Sarung Petarung, tuh. Terus, kita diminta jadi jurinya. Ajegile. Terus,
pas kemaren, kita diminta untuk tampil jadi pembicara di acara The
Bodyshop.
J : Setelah menang, kita rencana bikin eskul. Tapi takutnya kalau eskul
jadi ga jalan dan takut peminatnya dikit. Jadi kita bikin komunitas
aja. Ga dibawah OSIS, independen. Namanya Confuse, Komunitas Film
Kanisius.

R : Sekarang kalian lagi produksi apa?
J : Made with Jazz. Sebenernya udah jadi, tapi karena menurut kita
kurang rapi, mau kita edit ulang. Sama sekarang, kita mau bikin tentang
pemblokiran YouTube.

R : Tolong ceritain tentang Made With Jazz, dong!
A : Made (baca : Made nama orang Bali, bukan bahasa Inggrisnya membuat)
With Jazz. Ceritanya tuh tentang seorang pembenci Jazz, kenapa dia
benci Jazz, terus kita bawa dia ke tempat-tempat yg ada hubungannya dengan
Jazz, dan melihat reaksinya. Kita milih responden ini karena kocak.
J : Ceritanya tentang Jazz yang jadi mainstream. Orang dateng ke Java
Jazz, padahal ga ngerti Jazz, udah gitu pake penampilannya aneh-aneh
gitu. Lebih tentang itu.
A : Dan anehnya, semua yang dia katakan itu benar.
J : Intinya, dia pengen melawan mainstream.

R : Gimana penggalian ide kalian untuk film Made With Jazz ini?
A : Si Made, lagi CC Cup, terus dia lagi bengong. Dia liat iklan Java
Jazz di koran, trus dia maki-maki. Kebetulan waktu itu gw lagi megang
mini dv. Ya udah, dia ngemeng-ngemeng 40 menit, gw rekam. Tapi dia ga
sadar kalau dia direkam. Sampai akhirnya Jason dateng.
J : Nah, rekaman-rekaman itu dijadikan film.

R : Menurut kalian, apa definisi film itu sendiri?
J : Sarana komunikasi..
A : (memotong Jason) eh, itu gw ya.
J : Gw juga.
A : Lo baru denger dari gw kemaren aja. Lo itu alat propaganda.
J : Oiya, alat propaganda, tuh! Bener.
A : Itu Alex Sihar.
J : Gw cari contekan dulu, deh. (mengambil buku di dalam tasnya)
A : Ah elo, nyari jawaban mulu. Kalo gw sih, film itu sebagai
penyampaian informasi doang. Gw ga melihat film itu sebagai alat propaganda.
Karena gw lebih suka film yg menghibur, gw ga suka yg aneh-aneh.
J : Iya apa? Lo pikir Sarung Petarung ga aneh?
A : Itu menghibur, kali.

R : Kegiatan kalian di film mengganggu waktu sekolah kalian gak?
J&A : Ngga.
J : Kalau mau ngedit atau bikin film ya cari hari yg ga ada ulangan
besoknya atau libur.

R : Untuk ke depannya, kalian mau fokus di bidang film?
A : Gw mau.
J : Gw juga.

R : Kenapa?
J : Karena itu seni yang paling lengkap
A : Banyak artis.

R : Terus kenapa kalau banyak artis?
A : Lo ga mau apa ketemu banyak artis? Gw sih mau.
J : Kita kan artis.
A : Oiya, kita kan artis. Asiiikk (bacanya dengan nada sok asik)

R: Apa kegiatan kalian sehari-hari?
J : Sekolah, membersihkan tempat tidur, dengerin musik jazz..
A : Pelajar, pekerja keras, filmmaker lepas landas. eh, kok lepas
landas? Freelance maksudnya.

R : Menurut kalian, bagaimana industri film indonesia sekarang?
J : Terlalu ikut mainstream. Ngejar setoran. Dan latah.
A : Industri film sih, udah seru, ya. Udah lumayan banyak film. Kita
udah bangkit dari keterpurukan. Gw sih apesnya film-film di televisi.
anjing. jelek jelek.
J : Mamamia, Supermama, Superstar.
A : Gw sih sinetron-sinetron gitu, apalagi yang kejar tayang. Bikin
jijik tau, ga! BIKIN SCRIPT dong! Dari awal!

R : Kalau yang independen?
J : Kayaknya asik banget. Banyak. Ga latah.

R : Apa mimpi kalian dalam hidup ini?
J : Ikut Supermama.
A : Ketemu Rianti.
J : Ngga, ngga. Gw ga jadi ikut Supermama. Gw pengen jadi filmmaker
pro, kayak michael moore. Ketemu michael moore!
A : Gw tetep pengen ketemu Rianti.

R: Apa pengalaman hidup kalian yang tak terlupakan?
A : Salaman ama Happy Salma (waktu pemberian penghargaan Think Act
Change). Ya sama, menang tiga award!
J : Iya, menang tiga award.

R : Ada tips-tips buat teman-teman yang baru mau nyoba bikin film?
A : Jangan nyerah! Lo terus aja sampai selesai, ntar kalau udah liat
hasilnya, lo pasti bangga!
J : Pokoknya, jangan mentingin hasil deh, pentingkan proses.

R : Kalau pesan untuk generasi muda?
J : Kalau SMS jangan pake bahasa ga jelas.
A : Jangan terlalu seragam, lah. Kalau trendnya lagi itu, jangan asal
ikut.
J : Jangan pake kafiyeh, jangan pake celana cucut, jangan pake
cardigan..
A : Cardigan bikin leher gerah. Celana cucut bikin susah ini.. Jangan
pake kacamata lalat.
J : Iya tuh, kacamata nerd! Jangan diikuti. Bisa bikin minus mata lo.
A : Pokoknya sederhana aja lah, kayak kita.
J : Keep simple!


R : Gimana cara kalian untuk terus meng-upgrade ilmu kalian tentang film?
J : Baca, nonton. Cari referensi lah dengan banyak nonton film.
A : Paling ya eksperimen lagi.
J : Iya, pokoknya hasil bodo amat lah!
A : Practice makes perfect..

R : Nonton festival?
A : Jujur, gw sih kagak.
J : Gw juga.
A : Gw ga ngerti film festival.
J : Iya, banyak yang gw ga ngerti.
A : Gw kalo film perancis gitu gw ga suka. Banyak orang bugil tanpa
alasan.

R : Apa yang paling penting dalam pembuatan film?
J : Semuanya. Script.
A : Kompak ama temen kerja, ama tim.
J : Dan jangan nyerah. Mau hasilnya kayak lumpia udang kek, yg penting
buat dulu.

R : Apa prinsip hidup kalian?
J : Jangan ikutin mainstream.
A : Nikmatin hidup.
J : Bikin hidup lebih hidup.

R : Oiya, katanya kalian bikin PH, ya?
J : Iya, PH kecil-kecilan. Tadinya namanya Rakunracoon, tapi karena
kita bosen, namanya diganti jadi Gambardarurat. Kalau ada anak SMA mau
numpang, kita mau banget bantuin, bantuin apa aja. Bikin bareng juga
boleh.
A : Kalo badan proporsial, penampilan menarik, bahasa inggris menarik,
dateng aja dateng.

R : Film apa yang lo apresiasi banget?
J : Bowling for Columbine, The Simpsons, South Park, Michael moore's.
A : Bill and Ted Excellent Adventur, soalnya imajinasinya tinggi
banget.
J : Sama film tentang alumni kita. Gie.

R : Kalau sutradara?
J : Pembuat film South Park, Trey Parker sama Matt Stone. Soalnya,
gambarnya simpel tapi kocak. Sama Michael Moore, meskipun dia dibenci.
A : Rudi Soedjarwo, sejak dia bikin Mengejar Matahari.
J : Old version of Rudi Soedjarwo kali. Sekarang dia udah ikut
mainstream juga.
A : Mas, balik dong, Mas.
J : Mengejar Matahari, 9 Naga..
A : Pocong 2 masih boleh dah.
J : Pokoknya sejak 40 Hari Bangkitnya Pocong.
A : Oiya, sama Riri Riza. Soalnya di zaman keterpurukan, dia udah
berani bikin film.
J : Iya, (sampai sekarang) masih idealis.


R : Kalau genre film, sukanya apa?
J : Dokumenter. Sama.. (bingung ngejelasinnya). Drama, ya?
A : Sok banget lo, drama.
J : Schindler's List, The Pianist, yang kayak-kayak gitu.
A : Kalau gw, apa aja yang penting menghibur. Gw males yang teralu
artwork, gw lebih suka yg mudah dicerna.

R : Kenapa lo suka dokumenter?
J : Karena ngeliput kenyataan, ga perlu kru banyak, persiapannya lebih
simpel. Ngangkat realita, lah. Dan kalau nonton dokumenter, banyak
fakta-fakta yang bikin kaget. Ga dibuat-buat. Lebih nampol.

Gimana gimana? Jadi kepengen bikin film, ga? Nah, buat yang mau nerima
tawaran dari Jason dan Artha buat bikin film bareng atau mau minta
tolong dibantuin ngedit film kalian yang udah separuh jalan, bisa dateng ke


Gambardarurat Prod/Rakunracoon
Jln.Rawa Tengah No.17
Jakpus 10530
CP : Jason 0816-191-7925

Kalau masih malu-malu buat main kesana langsung, bisa buka
www.rakunracoon.wordpress.com atau www.youtube.com/rakunracoon . Dan lagi,
kalau kalian penasaran mau liat film-film mereka dan pengen dapetin copynya,
tinggal SMS Jason, gratis! (gratis dapet copyannya, bukan SMSnya) Buat
Jason sama Artha, terima kasih atas bagi-bagi pengalamannya.
Kita doakan terus semoga kalian sukses mengiringi kesuksesan perfilman Indonesia!
(*sekar)

Label: